Kamis, 04 September 2008

Tutorial Editing












2.1 PERIFERAL MULTIMEDIA
2.2.1 Kamera
Kamera Digital adalah kamera yang memakai film sebagian besar pasti mempunyai bagian yang memakai teknologi digital. Jika kamera itu mempunyai panel LCD, sudah pasti itu merupakan teknologi digital. "Digital is the future", bahwa semua yang ada di sekitar akan memakai teknologi digital. Secara penampilan kamera digital mirip dengan kamera biasa (jenis film), perbedaan terbesar kamera digital tidak memakai film.
Kamera digital tidak memerlukan film sama sekali hanya memerlukan memory Sizenya dari 8MB sampai ke 4GB (4000 MB), data ini valid pada saat Dec 2003. Formatnya pun bermacam-macam, sebagai contoh: Compact Flash (Type 1 dan 2), SD card, MMC card, Memory Stick (Khusus kamera Sony), Disket, CDR. Satu hal yang pasti dari adanya media seperti ini, bisa menghemat biaya karena media ini bisa dipakai berkali-kali.
Cara kamera digital menangkap cahaya yang masuk dari lensa sebenarnya cahaya ini tidak ditangkap oleh memory (lihat bawah), kerja memory hanya menyimpan gambar yang sudah diproses. Cahaya yang masuk sebenarnya ditangkap oleh CCD (Charged Coupled Device) sensor atau CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) sensor. adalah suatu chip yang terletak tepat di belakang lensa.

Kelebihan kamera digital dibanding kamera biasa adalah:
1. kalau dihitung secara jangka panjang, kamera digital lebih murah. Sebab tidak perlu membeli film, dan hasil potret yang gagal bisa dihapus dan tidak mengambil shot lagi.
2. hasil potret real time, dapat melihat hasil bagus atau tidak.
3. karena format sudah digital maka untuk proses editing sangat mudah, hanya perlu dihubungkan ke komputer dan diedit
4. memory kamera digital sangat besar sehingga tidak perlu cepat membeli memory baru.

a. Jenis kamera
Kamera ada 2 jenis (keduanya digital) yaitu:
Kamera Compact harganya berkisar antara 1,5-5 juta.
Keunggulan Compact dibandinngkan DSLR:
§ Relatif murah.
§ Ukuran kecil,mudah dan ringan dibawa kemana-mana.
§ Tidak sulit untuk digunakn dan dipelajari.
§ Banyak yang kini memiliki kemampuan merekam video clip.
§ Tidak perlu membersihkan elemen internal kamera.
§ Memiliki live view, dimana kita bisa mengkomposisikan objek di layer LCD.
· Gambar yang data diambil oleh Compact
-Gambar pemandangan (untuk traveling)
-Gambar foto di hari yang cerah
-Gambar foto orang di luar ruangan
Gambar yang kurang sempurna diambil oleh camera compact
-Foto aksi/objek bergerak seperti: tarian,pidato,konser,olahraga.
-Foto dalam ruangan dengan cahaya dalam ruangan (bukan cahaya matahari).
-Foto diluar ruangan pada malam hari.
-Foto diluar temaram (bars,club,restoran)
Kamera compact bisa mengunakan Flash untuk membantu penerangancahaya di ruangan gelap, namun sayangnya hasil mengunakan flashtidak begitu menggembirakan, seringkali objek menjadi terlalu terangsedangkan latar belakang gelap.

Kamera DSLR berkisar antara 5 juta-15 juta.
Keunggulan DSLR dibandingkan Compact:
1. Kecepatan menangkap gambar (sangat berguna untuk pengambilan foto action).
2. Kemampuan mengunakan flash yang kuat untuk kondisi lapangan yang gelap. - kemampuan mengunakan berbagai lensa:
Lensa macro untuk objek kecil.
Lensa wide (lebar) untuk pemandangan atau kelompok orang (group).
Lensa telephoto untuk mengambil gambar objek dari kejauhan.
Lensa zoom untuk mengambil objek dari jauh dan dekat.
3. Kemampuan mengatur dOf (depth of field) sehingga membuat efek blur pada latar belakang objek.
4. Kemampuan mengambil gambar secara kontinu (tiga sampai enam per detik).
5. Batere Lithium lebih tahan lama (sekitar 500 shots, dengan flash sekitar 150).
6. Kontuksi badan kamera lebih kuat, tahan banting dan sebagian memiliki weather resistant (tahan hujan dan salju).
7. Kemampuan mengambil gambar dengan type RAW, sehingga mudah dikoreksi dan di edit (post-process) dari penawaran maupun cahaya dikomputer.
8. Kemampuan menentukan fokus baik otomatis maupun manual.
9. Pengukuran cahaya spot metering, sehingga akurat dalam pengambilan gambar.Contoh hasil gambar mengunakan camera DSLR










Kekurangan DSLR
Harganya relatif tinggi
Ukurannya yang terlalau besar
Untuk mengatasi kekurangan tersebut beberapa vendor telah mengeluarkan 2 jenis produk untuk menjematani kamera Compact dan DSLR:
Kamera Superzoom: Kamera ini memiliki jangkauan (zoom) luar biasa panjang, yaitu dari lebar sampai telefoto. Superzoom juga memiliki fitur-fitur yang biasanya hanya dimiliki kamera DSLR, seperti mengambil gambar digital negatif (RAW) dan continous shooting dan respon, fokus yang lebih cepat. Sayangnya, kamera Superzoom agak besar dan tidak bisa mengganti lensa seperti DSLR. Harga Superzoom lebih relatif murah daripada DSLR.
Kamera advance compact dengan manual setting:
Kamera ini sedikit lebih mahal daripada compact tapi memiliki kemampuan yang cukup baik mengingat ukurannya yang sangat kecil.
Beberapa kemampuannya yang baik adalah: mampu mengambil gambar aksi olahraga, maupun mengambil gambar macro (gambar kecil) dan membuat latar belakang menjadi blur. meski gambar tidak sesempurna DSLR dan kurang baik pengambilan gambar pada malam hari namun kemajuan advance compact kamera jenis cukup baik dan praktis digunakan dimana saja.
b. Komponen kamera
Sebuah kamera minimal terdiri atas:
Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
Sistem lensa
Pemantik potret (shutter)
Pemutar film


2.1.2 Memaksimalkan Pengunaan Handycam
Berikut ini contoh pengambilan suatu acara dengan 1 kamera video.
Misalnya saja dalam acara pernikahan dimana ada acara pidatonya atau sambutan2. Sebelum acara dimulai biasanya para tamu sudah hadir terlebih dahulu. Maka kita harus mengambil gambar sebanyak2nya dari para tamu yang hadir. Supaya berkesan tidak sepi karena seluruh tamu belum hadir maka bisa dengan pengambilan gambar close up atau sudut dimana seolah2 tamu sudah datang semua/penuh.
Kemudian pada saat sambutan, kita bisa menempelkan gambar yang kita ambil tadi kesela2 sambutan tersebut.Dapat juga saat merekam sambutan, kita mengubah arah kamera secara cepat ke obyek lain misalnya ke arah tamu atau pengantin.
Dimana kemudian pada saat pengeditan, gambar saat berubahnya kamera bisa ditempel dengan gambar2 lain yang sudah kita ambil sebelumnya. Sehingga seolah2 ada 2 kamera.
a. Tehnik pergerakan kamera (shoting)
Melanjutkan tutorial tentang shoting, teknik gerakan kamera. PERGERAKAN KAMERA menjadi teknik yang harus dikuasai agar dalam penyotingan dapat menghasilkan gambar yang baik dan hidup untuk mendukung cerita yang ditampilkan. Berikut jenis - jenis pergerakan kamera dalam teknik penyotingan:
a. Panning adalah gerakan kamera menyamping, pann left gerakan kearah kiri dan pann right gerakan kearah kanan.
b. Tilting adalah gerakan kamera secara vertical atau atas bawah. Tilt Up gerakan naik dan Tilt Down gerakan turun.
c. Tracking adalah gerakan kamera dengan arah maju dan mundur atau depan belakang, bisa dengan bantuan doly atau rel kereta. Track In gerakan maju kedepan dan Track Out gerakan mundur kebelakang.
d. Crane adalah gerakan kamera meninggi atau merendah.
e. Following adalah gerakan kamera mengikuti objek atau actor.
b. Tips Mengunakan Handycam:
Tips mengunakan Handycam:
1. Cek kondisi batteray sebelum pengunaan, pastikan batteray dalam keadaan full.
2. Cek kondisi pita film, apakah pernah di-preview sebelum (play) pastikan tidak menimpa dalam rekaman sebelumnya.
3. Jangan terlalu sering melakukan Preview (batas toleransi 3x preview) karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pita film dan akan menurunkan kwalitas gambar dan suara.
4. Jika terjadi preview, usahakan sedikit menimpa pada akhir rekaman terakhir (min 3 detik sebelum rekaman brakhir).karena jika hal ini tidak dilakukan , maka pada saat editing akan terjadi “sound moving” karena ada jeda “Blank side”. Hal ini biasa terjadi pada jenis pita film Analog.
5. Pada saat proses rekaman gambar, lebih baik mengunakan layer LCD dengan syarat Good Batteray/ tidak ngedrop, karena layer LCD ini membutuhkan Power yang tidak sedikit.
6. Dalam penggunaan zoom-in dan atau zoom-out, sebaiknya dilakukan dengan perlahan. Jika tidak, akan mempercepat pengurangan Batteray Power. Selain itu gambar yang didapat juga akan memburam.
7. Dalam penggunaan zoom-in dan atau zoom-out, sebaiknya dilakukan dengan perlahan. Jika tidak, akan mempercepat pengurangan Batteray Power. Selain itu gambar yang didapat juga akan memburam.
8. Perhatikan perpindahan dari objek satu ke objek lainya, jangan dilakukan dengan cepat atau mendadak.
9. Jangan menggunakan efek yang ada pada handycam. Efek tersebut dapat diberikan pada saat editing.
10. Jangan lupakan menghentikan (PAUSE) dan mematikan handycam setelah perekaman.


2.2 ADOBE PREMIERE PRO 1.5.
a. Cara kerja untuk memulai Adobe Premiere Pro:
1. Klik Start > Program > Adobe > Adobe Premiere Pro, premiere akan bertanya apakah akan membuka file yang telah ada, atau membuat file baru, untuk latihan ini tentu saja akan membuat file baru.
simpan File project (misalnya: Latihan) lalu simpan file projek tersebut di lokasi yang diinginkan
Berikut ini merupakan tampilan bidang kerja Adobe Premiere Pro:




b. Tips Mengunakan Handycam:
Siapkan handycam dan kaset yang akan ditransfer.
Masukkan ujung kabel firewire dari pc ke port firewire yang ada di handycam
Nyalakan Handycam ke mode playback/VCR
Buka program Adobe Premiere Pro 1.5
Klik New Project - Di Available Preset pilih DV PAL Standar 48Khz, Isi lokasi dimana akan menyimpan file dan nama filenya, klik OK (Gambar 1)
Kemudian apabila sudah masuk, klik Edit - Preference - Scratch Disk. Di Capture Video, Capture Audio, Video Preview, Audio Preview dan Conformed Audio klik browse - pilih Drive dimana sisa harddisk yang paling banyak. Kemudian buat folder. Misalnya Capture Video dan Capture Audio scratch disknya di i:/render, Video Preview,Audio Preview dan conformed audio di h:/proyek - Jilka telah selesai Klik OK. Fungsi scratch disk adalah untuk menyimpan file2 video selama editing sehingga diperlukan tempat dengan space yang besar. Untuk 1 jam transfer membutuhkan kurang lebih sekitar 13 giga (belum termasuk conforming audio). (Gambar 2)

c. Capture edit:

Klik File - Capture. Di bagian clip data isi sesuai keinginan (Gambar 1 - A). Di bagian capture centang scene detect, fungsinya adalah memotong-motong kaset menjadi file2 sesuai scenenya. Apabila tidak dicentang maka seluruh kaset akan menjadi 1 file saja tanpa dipotong-potong (Gambar 1 - B)
Dibawah layar ada control untuk memainkan, memajukan atau memundurkan kaset. Apabila sudah berada di bagian yang ingin anda transfer kemudian klik tombol merah/capture. (Gambar 1-C)
Lama proses capture ini adalah sesuai durasi video. Apabila sudah mencapai akhir kaset maka capture akan berhenti sendiri, atau apabila ingin menghentikan hingga bagian yang diinginkan, bisa digunakan tombol stop.
Tutup windows capture dengan tanda silang di kanan atas. File2 yang telah Capture akan di conforming (lihat status di kanan bawah) (Gambar 2-A) dan otomatis ditempatkan di windows project (kotak kiri atas). File2 yang dicapture akan menjadi file2 klip sesuai dengan nama yang anda berikan di clip data (Gambar 2-B)
Drag dan drop file klip tersebut ke timeline di video1 sesuai dengan keinginan. (Gambar 2-C) Apabila ingin memasukkan semua klip, pilih klip paling atas kemudian tekan shift (jangan lepaskan), klik klip paling bawah, kemudian drag dan drop ke timeline.
Mengedit klip di timeline dengan memberi efek atau transisi. Klik efek di window project atau windows - effect. Title bisa menggunakan File - New-Title.
d. Render
Apabila telah selesai mengeditnya. cara merender menjadi mpg dengan menggunakan internal maupun eksternal encorder.
Merender menjadi mpg dengan menggunakan :
Internal encorder yaitu: Klik File - Eksport - Adobe Media Encorder - Format: mpeg1 vcd, Preset:Pal VCD high quality. Klik OK. Masukkan file namenya. Klik OK.
Eksternal encorder yaitu: Video dirender menjadi avi terlebih dahulu. Kemudian baru diencoding menjadi mpg di eksternal program. Klik File - Eksport - Movie - Seting - Klik Video - hilangkan centang recompress. Klik Ok. Isi Filename - Klik Ok lagi. Setelah selesai dirender menjadi avi Anda bisa mempergunakan Software TMPGEnc untuk menjadikan MPG. Kualitas gambar yang dihasilkan TMPGEnc lebih bagus daripada Adobe Media Encorder (internal program). Untuk merender dari Adobe langsung ke TMPGEnc dapat pula dipergunakan Software Frame.

Tidak ada komentar: